Kamis, 26 Maret 2015

TULISAN 1



Peranan Bahasa Daerah dan Bahasa Pergaulan Dalam Pengembangan Bahasa Indonesia

Sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pendidikan serta pengembangan keilmuan, bahasa Indonesia memerlukan pengembangan kata dan istilah. Kekayaan kosakata suatu bahasa mengindikasikan kemajuan peradaban bangsa. Seiring berjalannya waktu, bahasa Indonesia terus menunjukan perkembangan. Perkembangan bahasa indonesia telah diwarnai bahasa asing seperti bahasa Arab, Portugis, Cina,Belanda, dll. Selain diwarnai dan dipengaruhi bahasa asing, bahasa Indonesia juga dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa lokal. Peran bahasa lokal terhadap perkembangan bahasa Indonesia cukup signifikan.
Interaksi budaya mengakibatkan kosakata bahasa-bahasa lokal masuk kedalam pemakaian bahasa Indonesia. Penutur bahasa Indonesia yang berlatar belakang bahasa ibu turut mencoraki perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa lokal, terutama bahasa lokal yang memilki tradisi tulis serta memiliki penutur dalam jumlah besar memiliki pengaruh terhadap bahasa Indonesia.
Pengaruh urbanisasi sangat besar terhadap penyerapan kosakata bahasa lokal ke dalam bahasa Indonesia. Orang-orang dari daerah yang merantau ke kota-kota besar membuat mereka tidak bisa meninggalkan bahasa lokalnya secara seketika, sehingga kosakata dalam bahasa lokal nyatak sengaja terlontar. Bahasa lokal yang diucapkan oleh perantau inilah yang lambat laun diserap menjadi bahasa Indonesia.
Terdapat ratusan bahasa lokal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Umumnya bahasa lokal mewakili suatu suku, namun keragaman budaya tak jarang membuat sebuah suku memiliki berbagai jenis bhasa lokal. Bahasa lokal sangat penting keberadaanya. Banyak kosakata dari bahasa lokal diserap jadi bahasa Indonesia sehingga memperkaya bahasa Indonesia. Selain itu,bahasa lokal adalah identitas sebuah budaya,terutama buda lokal. Bahasa lokal harus dilestarikan agar tidak punah ditelan waktu.
Beberapa kelebihan bahasa lokal antara lain adalah: komunikasi antar sesama suku dapat berjalan lebih akrab sehingga rasa persaudaraan akan lebih terjalin, bahasa lokal tidak bersifat kaku karena bukan bahasa resmi. Sedangkan kelemahan bahasa lokal adalah dapat menimbulkan kesalahpahaman jika bahasa lokal dilontarkan secara tidak sengaja dihadapan orang yang tidak mengerti, dan bahasa serapan dari bahasa lokal sulit dipelajari orang asing karena berbeda dialek.
Posisi bahasa lokal adalah sebagai penunjang bahasa Indonesia.Sebab mayoritas kosakata bahasa Indonesia adalah serapan dari bahasa-bahasa lain terutama bahasa daerah, sehingga bahasa Indonesia kerap disebut sebagai bahasa persatuan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar