BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ketahanan
nasional diartikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,hambatan, dan gangguan baik
yang datang dari dalam maupun luar, yang langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, Identitas, kelagsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Upaya mempertahankan kelangsungan hidup itu menyangkut dua dimensi pokok, yaitu
dimensi kesejahteraan(prosperity) dan dimensi keamanan (security).dimensi
kesejahteraan berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup secara layak, seangkan
dimensi keamanan menyangkut pemberian rasa aman kepada masyarakat dengan
bebasnya dari segala bentuk gangguan maupun ancaman. Keduanya sama-sama
penting, sehinga tidak ada salah satu yang dapat di abaikan oleh yang lain.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa ketahan nasional pada hakikatnya
merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan
dalam kehidupan nasional, dan perwujudannya harus menggunakan pendekatan
kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach)
Gagasan pokok dari ajaran ketahanan nasional adalah bahwasanya suatu bangsa
atau negara hanya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya manakala bangsa
yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan. Jadi konsep
ketahanan nasional merupakan konsep yang menyeluruh dalam rangka mempertahankan
kelangsungan hidup bangsa. Untuk itulah kita harus membedakan pengertian
ketahanan nasional dengan pertahan atau keamanan nasional yang merupakan salah
satu aspek dari ketahanan nasional
1.2
Tujuan Penulisan
·
Untuk
mengetahui latar belakang, tujuan nasional falsafah dan ideologi negara
·
Untuk
mengetahui pengertian ketahanan nasional
·
Mengetahui
aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara
·
Menumbuhkan
rasa cinta tanah air
·
Memiliki
kesadaran tentang pentingnya mempertahankan dan mengisi kemerdekaan
BAB II
PERMASALAHAN
1. Apa yang
dimaksud dengan tujuan nasional?
2. Apa
pengertian dari ketahanan nasional?
3. apa saja
sifat-sifat ketahanan nasional?
4. Bagaimana
pengaruh ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara?
5. Apa saja
yang diperoleh dari keberhasilan ketahanan nasional Indonesia?
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 TUJUAN
KETAHANAN NASIONAL
Tujuan
ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan,
dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin
dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan
nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan
dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan
keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka
diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan
hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai
daerah.
3.2 PENGERTIAN
KETAHANAN NASIONAL
Istilah
“ketahan nasional” dapat dikatakan sebagai istilah khas indonesia. Hal itu
disebabkan karena ketahanan nasional merupakan konsepsi yang dirumuskan dan
dikembangkan oleh bangsa indonesia dalam mambina kehidupan nasional untuk
mancapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai istilah khas indonesia, oleh
karenanya agak sulit untuk dicarikan padanan katanya dalam bahasa lain yang
benar-bebar mewakili pengertian yang terkandung di dalamnya.
Dalam bahasa inggris dapat di temukan beberapa istilah yang hampir sama
pengertiannya dengan ketahan seperti “edurance”, “recilience”, “rasistance”,
dan “defensibility”.diantara istilah-istilah tersebut yang sering disamakan
pengertianya dengan istilah ”ketahanan” adalah “recilience”. Dengan demikian
“ketahan nasiomal” biasa diungkapkan dalam bahasa inggris dengan “national
recilience”.
Ketahanan nasional diartikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional,dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,dan
gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, yanglangsung maupun tidak
langsung membahayakan integritas,identitas, kelagsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
Dari pengertian diatas nampak bahwa ketahanan nasional berkisar pada masalah
pengembangan kehidupan nasional untuk menghadapi berbagai tantangan sehingga
mampu mempertahankan kelangsungan hidup sebagain suatu bangsa, karena tantangan
kehidupan nasional senantiasa berubah dari waktu ke waktu, maka kondisi ketahan
nasional harusmerupakn kondisi dinamis, yang selalu berkembang sesuai dengan
tantangan yang dihadapi. Dengan pemahaman yang demikian pengembangan pemikiran
tentang ketahan nasional merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu
bangsa karena hal itu barkaitan dengan eksistensi serta kelangsungan hidup
bangsa yang bersangkutan.
Upaya mempertahankan kelangsungan hidup itu menyangkut dua dimensi pokok, yaitu
dimensi kesejahteraan(prosperity) dan dimensi keamanan (security).dimensi
kesejahteraan berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup secara layak, seangkan
dimensi keamanan menyangkut pemberian rasa aman kepada masyarakat dengan
bebesnya dari segala bentuk gangguan maupun ancaman. Keduanya sama-sama
penting, sehinga tidak ada salah satu yang dapat di abaikan oleh yang lain.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa ketahan nasional pada hakikatnya
merupakan konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan
dalam kehidupan nasional, dan perwujudannya harus menggunakan pendekatan
kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach)
Gagasan pokok dari ajaran ketahanan nasional adalah bahwasanya suatu bangsa
atau negara hanya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya manakala bangsa
yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan. Mengingat
tantangan kehidupan berbangsa bernegara itu dari berbagai aspek, oleh karena
itu ketahan nasional pun harus meliputi berbagai aspek, oleh karena itu
ketahanan nasional pun harus meliputi berbagai aspek kehidupan tersebut. Jadi
konsep ketahanan nasional merupakan konsep yang menyeluruh dalam rangka
mempertahankan kelangsungan hidup bangsa.
Untuk itulah kita harus membedakan pengertian ketahanan nasional dengan pertahan
atau keamanan nasional yang merupak salah satu aspek dari ketahan nasional.
Dengan kata lain ketahan nasional memiliki cakupan yang jauh lebih luas
dibandingkan dengan pertahanan atau keamanan nasional.
3.3 SIFAT-SIFAT
KETAHANAN NASIONAL
1.
Mandiri
Ketahanan
nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan
dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu
pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa.
2.
Dinamis
Ketahanan
nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung
pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan
strategisnya.
3.
Wibawa
Makin tinggi
tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan
nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa
dan negara Indonesia.
3.4 PENGARUH
KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
1. Pengaruh
Aspek Ideologi
Pengertian ideologi secara umur dapat dikatakan sebagai kumpulan
gagasangagasan, ide-ide, keyakinan-keyalanan, kepercayaan-kepercayaan yang
menyeluruh dan sistematis yang menyangkut:
1. Bidang politik
2. Bidang sosial
3. Bidang kebudayaan
4. Bidang keagamaan
Asas
kerokhanian yang antara lain memiliki ciri berikut :
1. Mempunyai derajad yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan
kenegaraan.
2. Oleh karena itu mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia,
pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara. dikembangkan
dan dilestarikan kepada generasi berikutnya.
a. Ideologi Dunia
1. Liberalisme
Paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme yaitu mendasarkan pada
rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialisme yang meletakkan materi
sebagai nilai tertinggi, empirisme (yang dapat ditangkap melalui indra manusia)
serta individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai
tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.
2. Komunisme
Bertolak belakang dengan individualisme kapitalilme, paham komunisme yang
dicetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakikat kebebasan dan
hak individu itu tidak ada. Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan
bahwa manusia pada hakiakatnya adalah merupakan makhluk sosial saja. Manusia
secara ontologis merupakan sekumpulan relasi, sehingga yang mutlak adalah
komunitas dan bukannya individualisme. Hak milik pribadi tidak ada karena ini
akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan
pada kaum proletar. Sehingga menurut komunisme dapat disimpulkan bahwa
berkembangnya individualisme kapitalisme merupakan sumber penderitaan rakyat
terutama kaum miskin. Oleh karena itu hak milik individual harus diganti dengan
hak milik kolektif, individualisme diganti sosialisme komunis. Oleh karena
tidak adanya hak individu maka sudah dapat dipastikan bahwa menutut komunisme,
demokrasi individualis tidak ada yang ada adalah hak komunal. Demokrasi untuk
seluruh masyarakat sebagai suatu komunitas bukannya individualitas.
3. Ideologi
Keagamaan
Secara keseluruhan terdapat suatu ciri bahwa ideologi keagamaan senantiasa
mendasarkan, pemikiran, cita-cita serta moralnya pada suatu ajarana agama
tertentu. Gerakan-gerakan politik yang mendasarkan pada suatu ideology
keagamaan lazinnya sebagai suatu reaksi atas ketidakadilan penindasan serta
pemaksaan terhadap suatu bangsa, etnis ataupu kelompok yang mendasarkan pada
suatu agama.
b. Ideologi
Pancasila
Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesepakatan dan filosofis dan
kesepakatan politis dari segenap elemen bangsa Indonesia dalam mendirikankan
negara. Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kontrak soaial seluruh elemen
bangsa Indonesia dalam mendirikan negara. Kausa finalis atau tujuan pokok
dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara, sehingga
konsekuensinya seluruh aspek dalam penyelenggaraan negara berasaskan sistem
nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu ideologi yang bersifat komprehensif,
artinya ideologi Pancasila bukan untuk dasar perjuanagan kelas tertentu,
golongan tertentu atau kelompok primodial tertentu. Pancasila pada
hakikatnyamerupakan suatu ideologi bagi seluruh lapisan, golongan, kelompok dan
seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan citacita bersama dalam suatu kehidupan
berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila secara ontologis berprinsip
monopluralis atau majemuk tunggal yang bersumber pada hakikat manusia baik
sebagai individu dan makhluk sosial.
Dalam
mewujudkan ketahanan nasional yang kuat, stabil, aman,tahan lama, serta bisa memberi
kenyamanan kepada warga negara, maka harus menggunakan strategi yang sangat
terperinci. Khususnya dibidang politik.
Politik dan strategi sangat berhubungan erat dalam tercapainya keamanan dan
ketahanan suatu negara.
3.5 KEBERHASILAN
KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Memiliki semangat perjuangan
bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan
yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan
hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin
identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli terhadap
pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik
secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena
bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi Iebih cinta kemerdekaan. Hal itu
tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
BAB
IV
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Dari pengalaman masa lalu bangsa kita, terlihat bahwa ketahanan nasional
merupakan khas dari bangsa indonesia kita ini dalam usaha pencapaian tujuan
nasional, yang mana merupakn kemampuan kekuatan bangsa kita dalam menghadapi
dan mengatasi segala macam tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik
didalam dan diluar negeri, dan kondisi ketahanan nasional harus selalu
dinamis,yang selalu berkembang sesuai dengan tantangan yang dihadapinya, dengan
landasan ketahanan seperti landasan idil, konstitusional dan visional yang
dapat mendasarinya, ketahanan nasional juga merupakan gambaran tentang suatu
kondisi, sebagai konsepsi, model berfikir bangsa tersebut dalam mempertahankan
negaranya.
3.2 Saran
Mewujudkan budaya ketahan untuk mencapai tujuan nasional memanglah tidak mudah.
Perlu ada usaha dari semua warga negara semua harus terlibat didalamnya. Dan
Yang paling utama, tentu saja, adalah:
1. Adanya niat untuk memahami arti penting dari ketahan nasional tersebut dan
bagaimana upaya kita dapat melaksanakannya untuk negara ini.
2. Mempraktekanya secara terus menerus, atau membiasakannya serta mengerti arti
penting dari usaha ketahan nasional tersebut juga dengan manfaat kita memahami
ketahanan nasional itu dalam pencapaian tujuan nasional yang telah tercantum
dalam UUD 1945.
Memahami nilai-nilai ketahanan nasional dan upaya untuk mempraktekan dan
mengamalkan di kehidupan nyata memerlukan pemberlajaran, yaitu belajar dari
pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan indonesia merdeka dri ara
penjajah. Tugas kita kita tak seberat para pahlawan kita yang harus mengusir
para penjajah, tugas kita hanya mempertahankan ketahanan nasional supaya utuh
dari ancaman-ancaman baik dalam maupun luar yang mana sangat mengintai kita.Dalam usaha mempraktekan ketahanan
nasional, kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini, tetapi itu tidak
mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari.
Ketahanan nasional harus kita lestarikan dan kita upayakan.
NAMA : REZA STEFIANSYAH
KELAS : 2EA19
NPM : 16212215