Minggu, 26 April 2015

tugas 4




CONTOH LAPORAN PENELITIAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Berdagang merupakan solusi yang tepat jika seseorang memiliki cukup modal atau sudah bosan dengan ruitinitas di kantor dan sudah bosan menjadi seorang pegawai. Membuka usaha perlu melakukan banyak rencana yang harus dipikirkan bukan hanya modal saja yang harus jadi awal seseorang untuk mulai berdagang tetapi juga beberapa persiapan lain seperti kreativitas dan keinovatifan didalam mengembangkan suatu usaha.

1.2      Rumusan Masalah
Alasan penulis memberi judul “Upaya Peningkatan Keberhasilan dalam Berdagang Batagor di Lingkungan Masyarkat” karena menurut penulis batagor merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Untuk itu penulis ingin memberikan pendapat atau saran dalam meningkatkan usaha berdagang batagor tersebut kepada para pedagang agar dapat mengembangkan usaha yang telah mereka geluti selama ini. Masalah yang sering dihadapi oleh pedagang adalah kurangnya pemahaman strategi dalam berdagang.

1.3           Tujuan Penelitian
Karena menurut penulis hal ini sangatlah penting untuk diketahui oleh para pedagang  supaya para pedagang dapat mengetahui strategi dan cara yang tepat dalam meningkatkan usaha mereka agar memperoleh keuntungan yang besar tanpa mengesampingkan mutu dan kualitas dari barang dagangan tersebut.
Oleh karena itu, penulis ingin meneliti dan mencari tahu lebih dalam lagi mengenai upaya-upaya peningkatkan keberhasilan dalam berdagang siomay dilingkungan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
  1. a.     Data Hasil Wawancara
Waktu                        : Rabu, 19 September 2012
Tempat                       : Di ruko sebelah kampus Universitas GUNADARMA
Narasumber               : Tatang (seorang pedagang batagor)


Mahasiswi                   : Bang saya ada tugas kuliah ni bang, boleh minta tolong nggak          waktunya  bang  sebentar? mau nanya-nanya ni bang.
Pedagang Batagor       : oh iya boleh neng gak apa-apa, mau nanya apa neng?
Mahasiswi                  : bang awal mula ide bisa dagang batagor ini dari mana bang?
Pedagang Batagor       : ini saya awalnya dari kaka saya non 3 tahun yang lalu, kan kakak saya     udah lebih dulu jualan batagor jadi kami 3 bersaudara jadi pedagang siomay semua   neng.
Mahasiswi                   : oh begitu, terus bagaimana dengan modalnya  bang?
Peadagang Batagor      :  modalnya ini semuanya sama gerobaknya jadi Rp. 3.000.000 non, terus sama    uang sewa tempat ini per bulan bayar Rp. 150.000.
Mahasiswi                   : Oh besar juga yah, itu uangnya dari mana bang minjam atau bagaimana bang?
Pedagang Batagor      : enggak nggak minjem non, ya uang sendiri dari hasil tabungan.
Mahasiswi                   : oh begitu, menurut abang usaha yang abang geluti ini berhasil atau enggak   Bang?
Pedagang Batagor      :  ya lumayan, berhasil lah non kalo menurut saya. Perhari kira-kira saya dapat penghasilan Rp. 450.000-500.000 tapi itu masih kotornya neng, bukan penghasilan bersihnya.
Mahasiswi                   : oh besar juga yah pndapatannya, kalo menurut abang usaha ini kedepannya     Mau diapakan bang kalau berhasil?
Pedagang Batagor        : ya pengen punya anak buah neng biar bisa buka cabang yang banyak.
Mahasiswi                   : iya biar bisa buka cabang dimana-mana ya bang jadi pendapatnnya lebih besar.
Pedagang Batagor       : iya neng.
Pedagang Batagor       : Tatang, panggil aja Bang Tatang.
Mahasiswi                   : oh iya, saya Melody Mahasiswi FE dikampus ini, terimakasih banyak ya bang Tatang waktunya maaf mengganngu.
Pedagang Batagor      : iya sama-sama.nggak ga ganggu ko neng,

  1. b.      Tanggapan Penulis dari Hasil Wawancara di Atas :
Dari hasil percakapan pada wawancara di atas dapat dikatakan bahwa usaha berdagang Batagor tersebut berhasil. Maka dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan pendapat kami mengenai rencana pengembangan terhadap dagangan Batagor tersebut kedepannya agar semakin sukses.
Berdagang merupakan bagian dari sebuah kegiatan dalam berwirausaha. Namun agar usaha yang digeluti bisa medatangkan keuntungan yang besar tidak cukup hanya dengan hanya menyumbangkan modal yang besar tetapi juga dibutuhkan kerja keras, tanggung jawab, kreativitas, dan inovasi serta dorongan berprestasi didalam mengembangkan usaha tersebut.
Berdasarkan hasil survei yang telah saya amati, usaha berdagang Batagor tersebut kedepannya sebaiknya perlu ditingkatkan mutu dan kualitasnya guna mencapai keuntungan yang lebih besar lagi. Dan mengembangkannya lebih luas agar mendapatkan hasil yang lebih banyak, yaitu dengan cara membuka cabang ditempatlain.
Hal-hal yang Perlu Dilakukan Perbaikan diantaranya, adalah :
  1. Fasilitas tempat makan yang telah tersedia, saat ini fasilitas yang tersedia masih kurang memadai seperti lahan tempat berdagang yang sempit. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan yang mulanya ingin makan menjadi mengurungkan niatnya jika melihat kursi yang tersedia tidak mencukupi pelanggan yang datang.
  2. Diperlukan penambahan sarana seperti meja makan, karena berdasarkan survei yang saya lihat hanya tersedia kursi saja tanpa meja makan.
  3. Saat ini  lahan tempat berdagang tersebut terlihat sangat sempit dan kurang memadai. Sebaiknya pedagang tersebut bisa memperluas lahannya jika masih memungkinkan namun jika tidak pedagang tersebut bisa mencari lahan baru untuk berdagang. Tentunya diperlukan tempat berdagang yang strategis. Seperti : dikantin mahasiswa atau di kawasan yang banyak karyawan berada.
  4. Mempromosikan dagangan tersebut dengan promo-promo yang menarik dan harga yang terjangkau melalui selebaran atau social media seperti facebook, twitter atau path. Sehingga iklan tersebut tersebar luas dan orang – orang yang membacanya menjadi tertarik untuk datang dan mencobanya.
  5. Meperbanyak kreasi dagangan yang beraneka ragam pada tempat berdagang.
  6. Jika sarana dan prasarana berdagang sudah membaik, pedagang tersebut bisa membuka cabang baru dengan menggunakan gerobak keliling kepada orang-orang yang berminat atau menitipkannya pada seseorang yang membuka usaha Rumah makan dan mengmbil hasil dagangannya kembali pada sore hari.
Namun selain melakukukan berbagai perbaikan, pedagang juga harus memiliki beberapa strategi berdagang guna menarik hati pembeli dan meningkatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

  1. c.       Beberapa strategi berdagang yang harus dilakukan adalah:
  1. Menentukan segmen pembeli dagangan Anda
    Tujuan Anda berdagang harus Anda yakini dan pahami, jangan sampai dagangan tidak laku dikarenakan Anda tidak tahu untuk siapa dagangan Anda diperjualkan. Untuk itu terlebih dahulu Anda harus mengetahui segmentasi pembeli yang akan membeli dagangan Anda. Misalnya Anda adalah seorang mahasiswa yang memang lebih sering bergaul di kampus dan cakupan Anda bersosialisasi hanya dengan teman-teman kampus, sedangkan Anda berencana untuk menawarkan pakaian import dari luar negeri yang memang harganya tidak bisa dijangkau oleh orang yang belum bekerja. Jadi, kemungkinan dagangan Anda untuk laris sangat kecil jika Anda hanya menawarkan tas yang Anda jual kepada teman kampus Anda.
  1. Jangan membuat pembeli kapok
    Setelah mengetahui segmentasi pembeli, hal yang yang harus dilakukan agar pembeli tidak kapok dan menjadi pelanggan tetap adalah Anda harus memberikan kemudahan atau menonjolkan nilai plus dari cara Anda berdagang, misalnya dengan cara memberikan kemudahan dalam pembayaran serta harga yang terjangkau. Selain itu, mutu dan kualitas barang dagangan tersebut juga harus menjadi hal utama yang diperhatikan agar pembeli merasa senang dan puas.

  1. Jualah produk yang bermutu dan berkualitas
Didalam berdagang Anda sangat perlu memperhatikan kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Anda harus menjual barang dagangan yang bermutu dan berkualaitas. Misalnya untuk seorang pedagang siomay, diperlukan menggunakan bahan-bahan yang bersih, alami dan masih segar sehingga cita rasa yang dihasilkan terasa enak dan sehat. Jangan menggunakan bahan-bahan yang sudah basi atau tidak segar lagi.dalam pembuatan siomay tersebut juga harus diperkirakan jumlah yang pas guna menghindari barang dagangan yang sisa terlalu banyak. Sehingga pedagang tidak menjual sisa barang dagangan sisa kemarin.

2.   Jadilah pedagang yang cerdas dengan memanfaatkan E-commerce
Menjadi pedagang yang modern adalah suatu nilai plus dalam memasarkan barang dagangan Anda, karena Anda bisa memanfaatkan sarana internet seperti jejaring sosial, blog gratis dan situs yang memang menyediakan tempat untuk mempromosikan dagangan. E-commerce adalah dimana Anda melakukan perdagangan yang memanfaatkan sarana internet sebagai media dalam mempromosikan, tentunya modal yang Anda keluarkan tidak besar, Anda cukup mengupload gambar produk yang menjadi barang dagang yang akan Anda jual, dengan mencantumkan nomor yang bisa dihubungi dan nomor rekening untuk mentransfer uang dari si pemesan. Meski begitu Anda tetap dituntut untuk selalu mengupdate ilmu e-commerce, sedapat mungkin Anda harus membuat barang dagangan Anda banyak terekspose oleh para calon pembeli sehingga peluang untuk laris pun semakin terbuka. Banyak metode yang bisa Anda lakukan, salah satunya melalui Facebook, twitter dan path yang merupakan social media yang paling sering dibuka oleh anak-anak muda seperti mahasiwa dan karyawan. Dengan menggunakan metode ini tentunya akan banyak pembeli yang merasa tertarik dan ingin mencobanya.

1.Menjadi Pedagang yang Jujur
Seorang pedagang harus jujur dalam menjalankan usahanya. Pedagang yang berhasil mengelabui pembeli hanya akan mendapatkan uang lebih sesaat saja, setelah itu pembelinya akan menghindar dan tak akan kembali lagi untuk membeli dagangannya. Jika ada barang dagangan yang rusak jangan dijual lagi. Dagangan yang rusak juga jangan diletakkan dibawah barang yang bagus atau dicampur dengan barang yang bagus.

2.   Bersikaplah ramah dan murah senyum
Pepatah yang mengatakan bahwa “pembeli adalah raja” memang patut untuk menjadi prinsip bagi seorang pedagang. Karena tanpa adanya pembeli ia tidak bisa mendapatkan pemasukan. seorang pedagang harus selalu bersikap ramah dan murah senyum terhadap pembeli, sehingga pembeli menjadi senang dan tidak malas untuk datang kembali lagi sehingga bisa menjadi pelanggan tetap.

3 .      Jangan Serakah
Seorang pedagang jangan serakah dalam mengambil keuntungan dari barang yang dijualnya secara berlebihan. Semua orang memang membutuhkan uang namun keserakahan tentu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Pedagang hendaknya mengambil untung secara wajar dan tidak berlebihan sebagai upah jerih payahnya dalam berjualan.



BAB III
PENUTUP

  1. a.     Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, kami menyimpulkan bahwa pedagang siomay yang kami wawancarai adalah pedagang Batagor yang berhasil. Yang kedepannya akan dikembangkan lebih luas dan mendapatkan hasil yang lebih banyak dengan menggunakan stategi yang benar dan modal yang cukup.
  1. b.     Saran
Adapun saran yang dikemukakan berdasarkan pembahasan yang ada yaitu:
  1. Melakukan beberapa perbaikan, seperti  fasilitas makan dan kebersihan.
  2. Memiliki strategi berdagang guna menarik pembeli.

tugas 3 (contoh proposal kegiatan)




Festival Band GUNADARMA Festival 2015
(Khusus Civitas Academica GUNADARMA)


Tema : Multikulturalisme

Festival Band merupakan salah satu acara di dalam rangkaian GUNADARMA Festival 2015. Acara ini menghadirkan 12 band yang diambil masing-masing dari 12 fakultas yang ada di Universitas GUNADARMA. Pada acara ini, seluruh band yang tampil di dalam festival ini berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di lingkungan Universitas GUNADARMA. Performa band-band yang akan tampil akan dinilai oleh beberapa juri yang diantaranya adalah Agnes Morina, wartawan senior pemerhati dunia musik tanah air dari masa ke masa. Dan juga tidak ketinggalan penampilan dari beberapa band yang telah di audisi sebelumnya untuk menjadi featuring band dimana personilnya adalah mahasiswa dari Universitas GUNADARMA. Pada akhir acara, akan ada penampilan dari sebuah band indie di tanah air yang namanya sudah cukup menggema, GRIBS (Gondrong Kribo Bersaudara). Jangan lewatkan acara ini.

Ketentuan Lomba Band Fakultas

1. Setiap BEM fakultas mengirimkan 1 band untuk mewakili fakultasnya. Proses penentuan band / audisi band yang akan mewakilkan setiap fakultas tersebut diserahkan kepada setiap BEM Fakultas.
2. Format Full-band (min.3 orang, max. 6 orang)
3. Wajib membawakan 2 lagu:1 lagu daerah, 1 lagu ciptaan sendiri
4. Diberikan waktu 15 menit / band (checksound + main)

Penjurian

Juri Lomba band GUNADARMA Festival adalah:

1. Agnes Morina
2. James Rodriguez
3. Elsa Syarif

Fasilitas yang disediakan

1. Alat Full-Band
(2-3 microphone, 1 drum, 2 gitar listrik, 1 bass, 1 keyboard)
2. Panggung

CP: Andi (0819-25469183)
Ririn (0859-85674321)

tulisan 3




Teori-Teori tentang Proposal

Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ciri-ciri karangan ilmiah yaitu:
  1. sistematis;
  2. objektif;
  3. cermat, tepat, dan benar;
  4. tidak persuasif;
  5. tidak argumentatif;
  6. tidak emotif;
  7. tidak mengejar keuntungan sendiri;
  8. tidak melebih-lebihkan sesuatu.
Pernyataan ilmiah yang harus kita gunakan dalam tulisan harus mencakup beberapa hal, yaitu:
1.   Harus dapat kita identifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut.
2. Harus dapat kita identifikasikan media komunikasi ilmiah di mana pernyataan disampaikan apakah dalam makalah, buku, seminar, lokakarya dan sebagainya.
3. Harus dapat diindentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut beserta tempat domisili dan waktu penerbitan itu dilakukan. Sekiranya publikasi ilmiah tersebut tidak diterbitkan maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.

Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
  1. Makalah. Karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
  2. Kertas kerja. Makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
  3. Skripsi. Karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
  4. Tesis. Karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
  5. Disertasi. Karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Adapun ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu:
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta ang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa formal dan popular
  4. Mementingkan diri penulis
  5. Melebih-lebihkan sesuatu
  6. Usulan-usulan bersifat argumentative, dan
  7. Bersifat persuasive
Bentuk karangan semi ilmiah yaitu; artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku. Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga.

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Semi ilmiah
“Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir” adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika anda menulis.
Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.
Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (referance matter). Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.

Sumber: